Rabu, 13 November 2019

WAWASAN NUSANTARA


MAKALAH
WAWASAN NUSANTARA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan
Dosen/Pengampu : Drs. Anwar Aulia, M.Pd


Disusun oleh :
ARI SAMSUDIN
DESTI LESTARI
INAKA RAHMAWATI
MEYLITA RUSLINA
RANI OKTAVIANI
Tingkat/ Semester : 1A D3 KEPERAWATAN





POLTEKKES KEMENKES BANTEN
JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG
PRODI DIII KEPERAWATAN 2019/2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan segala Rahmat dan KaruniaNya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini tentang ”Wawasan Nusantara”. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada guru pembimbing dan teman-teman yang telah memberi dukungan dalam menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai bentuk proses belajar mengembangkan kemampuan siswa. Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak agar bisa menjadi bekal dalam pembuatan makalah kami di kemudian hari dengan lebih baik lagi. Kami berharap semoga dengan selesainya makalah ini, dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman, khususnya dalam memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan tentang ”Wawasan Nusantara”. Atas perhatian dan kerja sama teman-teman beserta para pembimbing kami ucapkan terima kasih.


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang................................................................................................ 1
B.     Tujuan.............................................................................................................. 2
C.     Rumusan Masalah............................................................................................ 2
BAB II LANDASAN TEORI
A.    Pengertian Wawasan Nusantara..................................................................... 3
B.     Hakikat Wawasan Nusantara......................................................................... 4
C.     Fungsi Wawasan Nusantara........................................................................... 4
D.    Tujuan Wawasan Nusantara........................................................................... 4
E.     Kedudukan Wawasan Nusantara................................................................... 4
F.      Asas Wawasan Nusantara.............................................................................. 5
G.    Konsep Wawasan Nusantara.......................................................................... 6
H.    Unsur Dasar Wawasan Nusantara................................................................ 10
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 13

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Kemunculan konsep dan pemikiran wawasan nusantara disebabkan banyak hal diantaranya adalah geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal. Jadi, wawasan nusantara bukan muncul begitu saja sejak setelah Indonesia merdeka karena memang konsep dan pemikiran ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberi pengertian bagi bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
Secara geografis Indonesia merupakan negara yang besar, dimana memiliki sekitar 17.000 pulau baik kecil maupun besar. Pulau yang begitu banyaknya ada yang dihuni oleh penduduk dan ada pula yang tidak dihuni penduduk. Penduduk Indonesia juga memiliki keragaman suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Penduduk Indonesia yang begitu banyaknya akan membawa dampak baik bagi negara Indonesia dengan pembinaan dan pengembangan yang baik dan strategis. Keterjaminan akan pendidikan dan kesehatan menjadi kunci sukses dalam pengembangan sumber daya manusia yang baik. Dengan demikian sumber daya manusia yang dimiliki kemudian bisa memberi manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
Selain itu juga Indonesia mempunyai kekayaan alam yang begitu banyak dan melimpah seperti tambang, perkebunan, tanah pertanian, dan masih banyak lagi. Itu semua tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sangat bermanfaat untuk kehidupan warga dan negara Indonesia.
Kekayaan alam Indonesia yang lainnya adalah flora dan fauna yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. beberapa flora dan fauna tersebut ada yang bersifat endemik, sehingga hanya ada dan hidup di suatu tempat saja di Indonesia. Oleh sebab itu, ada flora dan fauna yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah agar tidak punah karena jumlahnya yang terbatas, bahkan semakin sedikit.

Indonesia sebenarnya bukan hanya tentang kekayaan alam dan manusia saja namun juga kedaulatan dan keutuhan bangsa. Oleh sebab itu bangsa Indonesia harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

B.     Rumusan Masalah
1.    Jelaskan pengertian Wawasan Nusantara!
2.    Apa fungsi dan tujuan Wawasan Nusantara?
3.    Sebutkan konsep dan unsur dasar Wawasan Nusantara!
4.    Apa saja yang menjadi asas Wawasan Nusantara?

C.     Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian Wawasan Nusantara
2.    Untuk memahami apa fungsi dan tujuan Wawasan Nusantara
3.    Untuk mengetahui konsep, unsur, dan asas Wawasan Nusantara














BAB II
LANDASAN TEORI


A.    Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara adalah sudut pandang geopolitik Indonesia secara mendasar. Secara harfiah, wawasan nusantara berarti konsep kepulauan; secara kontekstual istilah ini lebih tepat diterjemahkan sebagai "visi kepulauan Indonesia". Wawasan nusantara adalah cara bagi Indonesia untuk memandang dirinya sendiri (secara geografis) sebagai satu kesatuan antara ideologi, politik, ekonomi, sosiokultural, serta masalah keamanan dan pertahanan.
Konsep ini berupaya untuk menjawab tantangan geografis yang melekat pada diri Indonesia sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau serta ribuan latar belakang sosial budaya penduduknya. Hal ini terkait dengan sikap negara yang mengutamakan persatuan dan kesatuan, maka perairan yang terdapat di antara pulau-pulau itu harus dianggap sebagai elemen penghubung dan bukanlah sebagai faktor pemisah.
Salah satu definisi formal yang pernah ditulis adalah definisi yang diusulkan oleh Lemhanas dalam dokumen ketetapan MPR tahun 1999. Menurut dokumen tersebut, wawasan nusantara adalah ”Cara pandang dan sikap bangsa Indoinesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayan dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”
Salah satu pemikir kebangsaan, W. Usman mendefinisikan wawasan nusantara secara lebih singkat, yaitu cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

B.     Hakikat Wawasan Nusantara
Pada hakikatnya, masyarakat Indonesia secara keseluruhan adalah tulang punggung keberagaman sekaligus kesatuan bangsa Indonesia itu sendiri. Oleh karenanya masyarakat dihimbau untuk memiliki pengetahuan tentang bangsanya dan memandang kesatuan serta keberagaman sebagai substansi kehidupan berbangsa. Masyarakat di sini juga termasuk aparatur negara yang punya wewenang menyelenggarakan pemerintahan. Dengan demikian, cara berpikir, sikap, dan tindakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

C.     Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan kebujaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa, dan bernegara.

D.    Tujuan Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara mempunyai tujuan yang sangat mulia dimana adanya wawasan nusantara ini diharapkan dapat mewujudkan sikap nasionalisme yang tinggi dalam segala bidang kehidupan masyarkaat Indonesia dengan tetap mengutamakan dan memfokuskan diri pada kepentingan nasional dibandingkan kepentingan perorangan atau pribadi, kepentingan kelompok, kepentingan suku bangsa, ataupun kedaerahan. Kepentingan kepentingan tersebut tetap akan dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional yang harus dijunjung tinggi.

E.     Kedudukan Wawasan Nusantara
Dalam sebuah paradigma nasional, wawasan nusantara ini mempunyai kedudukan yang sangat penting, yaitu :
1.    Pancasila sebagai sebuah falsafah, ideologi bangsa dan juga dijadikan dasar negara sebagai sebuah landasan idiil.
2.    UUD 1945 menjadi landasan konstitusional.
3.    Wawasan nusantara menjadi sebuah visi nasional yang menjadi landasan visional.
4.    Ketahanan nasional dijadikan sebagai sebuah konsepsi nasional yang dijadikan landasan konsepsional.
5.    GBHN atau garis besar haluan negara dijadikan sebagai politik serta strategi nasional yang menjadi landasan dalam meberikan kebijakan dasar nasional sehingga disebut sebagai landasan operasional.

F.      Asas Wawasan Nusantara
Asas merupakan kaidah dasar yang disepakati, dipatuhi, dipelihara demi tercipta tujuan bersama. Jika asas wawasan nusantara diabaikan, tujuan kehidupan berbangsa otomatis terabaikan. Asas wawasan nusantara meliputi kepentingan yang sama, yaitu satu visi, satu orientasi. Pada masa penjajahan, kepentingan rakyat indonesia adalah mewujudkan Indonesia yang merdeka. Sekarang, kepentingannya juga harus disepakati bersama, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
1.    Keadilan, yaitu distribusi hasil kerja keras yang proporsional. Di sini termasuk distribusi dan redistribusi kekayaan negara yang dibagikan seadil-adilnya untuk kemakmuran rakyat.
2.    Kejujuran, yaitu kesesuaian antara kata-kata dan tindakan. Rakyat kecil tidak menipu rakyat kecil lainnya. Pemerintah tidak menipu rakyatnya.
3.    Solidaritas, yaitu bersimpati dan berempati dalam rangka menjaga kesatuan dan persatuan nasional. Pada level yang tinggi, wujud solidaritas diekspresikan dengan cara rela berkorban demi bela negara.
4.    Kerjasama, yaitu bekerja bersama secara strategis demi mencapai tujuan nasional. Kerjasama melibatkan semua golongan, meleburkan kelompok minoritas dan mayoritas.
5.    Kesetiaan, yaitu loyalitas pada kesepakan-kesepakatan nasional yang dibuat sejak bangsa Indonesia berdiri. Kesetiaan juga bisa diartikan sebagai loyalitas terhadap nilai-nilai ideologi pancasila sebagai dasar negara.

G.    Konsep Wawasan Nusantara
1. Konsep dalam aspek sejarah
Perkembangan bangsa Indonesia dari tinjauan aspek sejarah dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok yaitu jaman perintis, jaman penegas dan jaman pendobrak. Jaman perintis (1908) ditandai dengan adanya Pergerakan Nasional Budi Utomo. Jaman Penegas (1928) ditandai dengan ikrar sumpah pemuda. Sedangkan jaman pendobrak (1945) ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan.

2. Konsep dalam aspek geografis dan demografi
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dari sabang hingga merauke. Pulau-pulau membentang dari barat ke timur yaitu dari Pulau Rondo (Nanggroe Aceh Darussalam) sampai dengan Papua dan dari utara ke selatan yaitu dari Pulau Miangas (Sulawesi Utara) sampai ke Pulau Dana (Nusa Tenggara Timur).
Wilayah darat, laut, dan udara Indonesia merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Kesatuan wilayah tersebut disebut dengan Tanah Air. Secara umum kondisi geografis Indonesia meliputi:
a.    Indonesia adalah negara maritim yang dua per tiga wilayahnya adalah lautan dan satu per tiganya adalah wilayah daratan.
b.    Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau kurang lebih adalah 17.508 pulau.
c.    Jarak dari wilayah utara ke selatan adalah 1.888 km dan jarak dari wilayah timur ke barat adalah 5.110 km.
d.   Luas wilayah negara Indonesia adalah 5.192 juta km persegi yang terdiri dari luas daratan 2.027 juta km persegi dan luas lautan 3.166 juta km persegi.
e.    Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia.
f.     Indonesia terletak di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
g.    Indonesia terletak di bawah orbit Geostatioriory Satellite Orbit (GSO).

3. Konsep dalam aspek geopolitik dan kepentingan social
Geopolitik adalah pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan kepentingan penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan kondisi geografis suatu negara. Jadi, ilmu geopolitik mempelajari fenomena atau isu politik dari aspek geografi. Untuk menentukan setiap kebijakan nasional geopolitik akan memperhatikan pertimbangan kondisi geografi suatu negara.
Wawasan nusantara sebagai geopolitik pertama kali disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya di sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Geopolitik bagi bangsa Indonesia merupakan suatu pandangan yang baru untuk mempertimbangkan faktor geofrafis dan demografi wilayah Indonesia untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

4. Konsei dalam aspek geostrategis
Geostrategi adalah strategi untuk memanfaatkan kondisi lingkungan sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia adalah strategi yang memanfaatkan kondisi demografi dan geografi negara Indonesia dalam menentukan segala kebijakan, kegiatan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.
Proses pembangunan nasional merupakan seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan pemerintah yang meliputi pembangunan fisik, sikap mental masyarakat dan peningkatan proses pemikiran bagi seluruh rakyat untuk mencapai tujuan nasional. Proses pembangunan dalam hal tersebut berkaitan dengan wawasan nusantara sebagai geostrategi Indonesia.

Wawasan nusantara sebagai geostrategi Indonesia diwujudkan dalam konsep ketahanan nasional. Ketahanan nasional diimplementasikan dalam wujud kesatuan, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Sebagai geostrategi Indonesia berarti bangsa Indonesia akan mempertahankan wujud kemaritiman negara dengan menjamin kedaulatan wilayah dari ancaman.
Konsep wawasan nusantara di atas dikelompokkan menjadi trigatra dan pancagatra yaitu:
1.    Konsep Trigatra
a.    Geografis
Geografis berarti pengetahuan mengenai lokasi Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta terletak di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pengetahuan geografis juga meliputi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara maritim.
b.    Demografis
Demografis berarti pengetahuan mengenai jumlah, komposisi, dan penyebaran penduduk Indonesia di seluruh wilayah Indonesia maupun di luar negeri.
c.    Strategis
Strategis berarti pengetahuan mengenai kekayaan sumber daya alam yang melimpah di seluruh negeri meliputi sumber daya alam dari atmosfer hingga dasar laut. Indonesia merupakan wilayah yang strategis yang menjadikan sumber daya alam di Indonesia melimpah dengan keunikannya masing-masing.

2. Konsep Pancagatra
a.    Ideologi
Ideologi adalah pengetahuan bangsa Indonesia tentang pancasila meliputi sila-sila, makna, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b.    Politik
Politik adalah pengetahuan mengenai hubungan kekuasaan pemerintahan dengan kebijakan publik atau aturan yang dibuat oleh pemerintah dan para pejabat pembuat keputusan.
c.    Ekonomi
Ekonomi adalah pengalaman sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam. Sumber daya alam yang dikelola tersebut kemudian dijadikan komoditas dalam sektor ekonomi yang diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Distribusi ekonomi harus merata dan diberlakukan seadil-adilnya untuk kemakmuran rakyat.
d.   Sosial budaya
Sosial budaya berarti pengetahuan mengenai keragaman budaya dan nilai-nilai yang terdapat di dalam suatu bangsa. Keanekaragaman tersebut dijadikan sebagai suatu ciri khas untuk membentuk kesatuan bangsa Indonesia dengan wujud kebhinekaan.
e.    Pertahanan dan keamanan
Pertahanan dan keamanan adalah pengetahuan mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia demi terciptanya keutuhan bangsa Indonesia. Pertahanan dan keamanan diwujudkan untuk mengatasi segala bentuk ancaman baik dari dalam negeri atau luar negeri yang membahayakan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.


H.    Unsur Dasar Wawasan Nusantara
Sebagai cara pandang bangsa Indonesia, wawasan nusantara mempunyai beberapa unsur dasar yaitu wadah, isi, dan perlakuan.
1.    Wadah
Wawasan nusantara menjadi wadah kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang meliputi semua wilayah Indonesia yang mempunyai kekayaan alam serta penduduk yang beragam. Indonesia sebagai negara mempunyai lembaga dan organisasi kenegaraan yang menjadi wadah warga untuk bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2.    Isi
Wawasan nusantara merupakan menjadi aspirasi bagi bangsa Indonesia serta merupakan cita-cita juga tujuan nasional suatu bangsa dan negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mencapai cita-cita dan tujuan tersebut bangsa Indonesia harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah keragaman budaya, sosial, politik, dan ekonomi hingga hankam.

3.    Tingkah Laku
Kedua unsur wawasan nusantara di atas kemudian digabungkan menjadi suatu tingkah laku untuk mewujudkan cita-cita serta tujuan nasional. Secara umum tingkah laku dalam wawasan nusantara terdiri dari dua hal yaitu laku batiniyah dan laku lahiriyah.
Laku batiniyah merupakan cerminan jiwa, semangat, serta mentalitas yang baik dari suatu bangsa untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Sementara itu, laku lahiriyah merupakan cerminan tindakan, perilaku, serta perbuatan suatu bangsa untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Demikian, kedua laku tersebut harus bisa berjalan dengan baik secara bersama-sama agar tercipta keseimbangan dalam pengamalan wawasan nusantara.




























BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Wawasan nusantara adalah sudut pandang geopolitik Indonesia secara mendasar. Secara harfiah, wawasan nusantara berarti konsep kepulauan; secara kontekstual istilah ini lebih tepat diterjemahkan sebagai "visi kepulauan Indonesia". Wawasan nusantara adalah cara bagi Indonesia untuk memandang dirinya sendiri (secara geografis) sebagai satu kesatuan antara ideologi, politik, ekonomi, sosiokultural, serta masalah keamanan dan pertahanan. Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan kebujaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan yang bertujuan dapat mewujudkan sikap nasionalisme yang tinggi dalam segala bidang kehidupan masyarkaat Indonesia dengan tetap mengutamakan dan memfokuskan diri pada kepentingan nasional dibandingkan kepentingan perorangan atau pribadi.
Konsep wawasan nusantara di atas dikelompokkan menjadi trigatra dan pancagatra. Sebagai cara pandang bangsa Indonesia, wawasan nusantara mempunyai beberapa unsur dasar yaitu wadah, isi, dan perlakuan.
Asas wawasan nusantara meliputi keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama.








DAFTAR PUSTAKA







Tidak ada komentar:

Posting Komentar