MAKALAH
KEWARGANEGARAAN
GLOBALISASI
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah kewarganegaraan
Dosen
Pembimbing : Drs. Anwar Aulia M.Pd

Disusun
oleh:
Amar Rhamadan
Fitri Annisa
Farah Nurul
Aini
Nida
Nuroktaviani
Rika Oktoviani
POLITEKNIK
KESEHATAN BANTEN
JURUSAN
KEPERAWATAN TANGERANG
PROGRAM STUDI D
III KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN
2019/2020
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah
SWT, shalawat dan salam juga disampaikan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad
SAW. Serta sahabat dan keluarganya, seayun langkah dan seiring bahu dalam
menegakkan agama Allah. Dengan kebaikan beliau telah membawa kita dari alam
kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan.
Dalam rangka melengkapi tugas dari mata kuliah Kewarganegaraan pada
Program Studi Keperawatan dengan ini penulis mengangkat judul “Globalisasi”.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari cara penulisan, maupun isinya.
Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan
saran-saran yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Tangerang,
November 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................. 2
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................ 3
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 3
C. Tujuan penulisan.......................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
globalisasi.................................................................................. 5
B. Bentuk-bentuk
globalisasi............................................................................ 7
C. Konsep
globalisasi....................................................................................... 8
D. Proses globalisasi......................................................................................... 8
E.
Teori globalisasi............................................................................................ 9
F.
Macam-macam gerakan globalisasi.............................................................. 11
G.
Macam-macam globalisasi........................................................................... 12
F.
Dampak globalisasi...................................................................................... 14
H.
Pengaruh globalisasi terhadap bangsa dan negara....................................... 15
I.
Menentukan sikap pengaruh globalisasi bangsa dan negara......................... 15
J.
Pengaruh bangsa Indosenia terhadap implikasi globalisasi........................... 15
K.
Sikap selektif terhadap globalisasi............................................................... 15
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasi
diambil dari kata global yang berarti universal/umum. Globalisasi adalah
proses di mana berbagai peristiwa, keputusan, dan kegiatan di belahan dunia
yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai masyarakat di belahan
dunia yang lain. Istilah globalisasi digunakan pertama kali pada tahun 1985
oleh Theodore Levitt, di mana istilah itu digunakan untuk menunjuk pada politik
ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas dari transaksi keuangan.
Globalisasi
sudah sangat di rasakan oleh manusia di zaman ini, di era yang semakin maju dan
sudah tidak terkendalikan lagi. Manusia sekarang ini telah sangat menyatu
dengan dunia, untuk itu kita harus mempelajari lebih dalam lagi mengenai
globalisasi. Hal itulah yang melatar belakangi penulis membuat Makalah mengenai
“GLOBALISASI”.
B. Rumusan Masalah
1.
Menjelaskan pengertian globalisasi
2.
Menjelaskan benuk-bentuk dari globalisasi
3.
Menjelaskan konsep-konsep globalisasi
4.
Menjelaskan proses globalisasi
5.
Menjelaskan teori globalisasi
6.
Menjelaskan macam-macam gerakan globalisasi
7.
Menjelaskan dampak globalisasi
8. Menjelaskan pengaruh Globalisasi
Terhadap Bangsa Dan Negara
9. Menjelaskan Menentukan Sikap Terhadap Pengaruh Globalisasi Dalam Kehidupan
Bangsa Dan Negara Indonesia
10. Menjelaskan Posisi Sikap Bangsa Indonesia Terhadap Implikasi Globalisas
11. Menjelaskan Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan kami dalam menyusun makalah ini
adalah disamping untuk memenuhi tugas dalam perkuliahan juga agar kami
khususnya dan semua mahasiswa pada umumnya mampu memahami globalisas
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Globalisasi
Menurut asal katanya, kata “Globalisasi” diambil dari
kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi sebenarnya belum
memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working
definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang
memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses
alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu
sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi
dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Pendapat
Globalisasi Menurut Para Ahli
Beberapa
ahli berpendapat mengenai pengertian Globalisasi sebagai
berikut
:
1.
Selo Soemardjan mendefinisikan globalisasi adalah
terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia
untuk mengikuti sistem organisasi yang sama.
2.
Para cendekiawan Barat mengatakan bahwa Globalisasi
merupakan suatu proses kehidupan yang serba luas, tidak terbatas, dan merangkum
segala aspek kehidupan, seperti politik, sosial, dan ekonomi yang dapat
dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia. Globalisasi pada hakikatnya
adalah proses yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan yang dampaknya berkelanjutan
melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan. Mengingat bahwa dunia ditandai
oleh kemajemukan (pluralitas) budaya maka Globalisasi sebagai proses juga ditandai
sebagai suatu peristiwa yang terjadi di seluruh dunia secara lintas budaya yang
sekaligus mewujudkan proses saling memengaruhi antar budaya itu tidak
selaluberlangsung sebagai proses dua arah yang berimbang, tetapi dapat juga
sebagai proses dominasi budaya yang satu terhadap lainnya. Misalnya pengaruh
budaya Barat lebih kuat terhadap budaya negara Timur seperti Indonesia.
3.
R. Robertson mengatakan bahwa Globalisasi adalah proses
mengecilnya dunia dan meningkatnya kesadaran dan dunia sebagai satu kesatuan,
saling ketergantungan dan kesadaran global akan dunia yang menyatu.
4.
Martin Albraw mengatakan Globalisasi menyangkut seluruh
proses di mana penduduk dunia terhubung kedalam komunitas dunia yang tunggal
maupun komunitas global.
5.
A.G Mc Grew menyatakan Globalisasi mengacu padaa keseragaman
hubungan dan saling keterkaitan antar masyarakat yang membentuk sistem dunia
modern. Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan
dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting
bagi berbagai individu masyarakat di belahan dunia yang lain.
6.
Malcom Waters menyatakan Globalisasi adalah sebuah proses
sosial dan budaya semakin menyusut dan setiap orang kian sadar bahwa mereka
semakin dekat satu sama lain.
7.
Emmanuel Richter mengatakan jaringan kerja Globalisasi yang
secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan
terisolasi dalam planet ini ke dalam ketergantungan dan persatuan dunia.
8.
Thomas L. Friedman mengatakan bahwa Globalisasi memiliki
dimensi Ideology dan teknologi. Dimensi Ideology yaitu kapitalisme dan pasar
bebas, sedangkan dimensi Teknologi adalah teknologi informasi yang telah
menyatukan dunia.
9.
Princeton Briones menyatakan bahwa Globalisasi bukan hanya
dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup Globalisasi
institusi-institusi demokrasi, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan
pergerakan wanita.
10. Bank Dunia menyatakan
bahwa Globalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk
memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang dari negara lain.
B. Bentuk-bentuk Globalisasi
Berikut ini beberapa bentuk yang menandakan semakin
berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
1.
Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antar negara
menunjukan keterkaitan antar manusia di seluruh dunia
2.
Perubahan dalam konstatin ruang dan waktu. Perkembangan
barang seperti handphone, televisi satelit, internet. Buktinya anak-anak saja
sudah sangat banyak yang menggunakan handphone baik itu anak SD, SMP dan SMA.
Itu semua bukan dipergunakan untuk alat komunikasi tetapi sebagian orang
menganggap itu hanya sekedar gaya atau trend yang harus mereka ikuti. Itu
menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara
melalui pergerakkan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak
hal dari budaya yang berbeda.
3.
Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda
menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan
internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi
organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
4.
Peningkatan interaksi kultural melalui pekembangan media
massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga
internasional).
5.
Perkembangan yang semakin kita rasakan sekarang ini yang
sudah banyak kita konsumsi adalah soal fashion, budaya dan makanan.
6.
Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang
lingkungan hidup. Terutama pemanasan global yang sudah kita rasakan
C. Konsep Globalisasi
Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli
adalah:
1.
Malcom Waters
Globalisasi
adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada
keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran
orang
2.
Emanuel Ritcher
Globalisasi
adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang
sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan
persatuan dunia.
3.
Thomas L. Friedman
Globlisasi
memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan
pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah
menyatukan dunia.
4.
Princenton N. Lyman
Globalisasi
adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara
Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
5.
Leonor Briones
Demokrasi
bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi
institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan
pergerakan wanita.
D.
Proses Globalisasi
Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi
adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya
hidup.Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global
melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga
menimbulkan kesenjangan sosial.
Terjadinya perubahan nilai-nilai
sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri
dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul. Berikut
ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di
dunia.
1.
Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan
barangbarang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet
menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya,sementara melalui
pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari
budaya yang berbeda.
2. Pasar dan produksi ekonomi di
negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari
pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan
multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi kultural
melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi
berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan
mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka
ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
4. Meningkatnya masalah bersama,
misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional
dan lain-lain. Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah
membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia
adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa
sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah
tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal
sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi.
Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman
transformasi sosial.
E.
Teori Globalisasi
Didalam globalisasi ini Cochrane dan
Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi
teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
1.
Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah
kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga
di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan
lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun
demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi
terhadap proses tersebut.
Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab. Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab. Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
2.
Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah
terjadi.
Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
3.
Para transformasionalis berada di antara para globalis dan
tradisionalis.
Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebihlebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai “seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung”. Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.
Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebihlebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai “seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung”. Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.
F.
Macam-macam Gerakan
Globalisasi
1.
Gerakan Pro-Globalisasi
Pendukung globalisasi (sering juga
disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada
teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini
menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat
saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah
ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi
pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya,
Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu
mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki
keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan
untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya
untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran
kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.
2.
Gerakan Anti Globalisasi
Antiglobalisasi adalah suatu istilah
yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok
yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur
perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Antiglobalisasi” dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial,
sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup
sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta
dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global
saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh,
kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
G.
Macam-macam Globalisasi
a.
Globalisasi Perekonomian
Globalisasi
perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi
dan perdagangan,
dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi
dengan tanpa rintangan batas teritorial negara.
Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan
terhadap arus modal, barang dan jasa.
Menurut Tanri Abeng,
perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam
bentuk-bentuk berikut:
b.
Globalisasi Produksi
c.
Globalisasi pembiayaan
d.
Globalisasi tenaga kerja
e.
Globalisasi jaringan informasi
f.
Globalisasi Perdagangan
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi
sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan
internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi
bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar
dunia. Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan globalisasi ekonomi, diantaranya:
a.
kebijakan globalisasi ekonomi
a)
Produksi global dapat ditingkatkan
b)
Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
c)
Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
d)
Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
e)
Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
b.
keburukan globalisasi ekonomi
a)
Menghambat pertumbuhan sektor industri
b)
Memperburuk neraca pembayaran
c)
Sektor keuangan semakin tidak stabil
d) memperburuk prospek pertumbuhan
ekonomi jangka panjang
b.
Globalisasi Kebudayaan
Globalisasi mempengaruhi hampir semua
aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya.
Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai
(values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh
warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi
berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam
alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila
disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada
dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran
dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala
tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu
keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah
terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat
ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai
tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi
kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi.
Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi
antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah
dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi
kebudayaan.
a. Ciri-Ciri Globalisasi
a)
Didukung kecepatan informasi, teknologi
canggih, transportasi dan komunikasi yang
diperkuat oleh tatanan dan manajemen yang tangguh
b)
Telah melampaui batas tradisional geopolitik
c)
Mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit
dipertemukan
d)
Adanya ketergantungan antar negara
e)
Pendidikan merupakan bagian dari globalisasi
b. Ciri
berkembangnya globalisasi kebudayaan
a) Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
b) Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan
kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
c) Berkembangnya turisme dan pariwisata.
d) Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
e) Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain
lain.
f) Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia
H.
Dampak Globalisasi
Globalisasi
telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia,
karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan
masyarakan modern.Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek
sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi
mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sedangkan
dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami
perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif, salah satu
contoh dengan hadirnya modernisasi disegala bidang kehidupan, terjadi perubahan
ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong
royong menjadi individual.
Selain
itu juga timbulnya sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri
seseorang. Pada sebagian masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti
nilai-nilai budaya luar yang dapat terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia
nantinya tidak dihargai karena lebih banyak menggunakan mesin-mesin
berteknologi tinggi.
I.
Pengaruh Globalisasi
Terhadap Bangsa Dan Negara
Di bidang
politik, antara lain :
a) Makin menguatnya paham liberalisme
b) Melemahnya ideologi komunis dalam kehidupan sosial politik
c) Menguatnya sistem pemerintahan demokrasi
d) Menguatnya jaminan dan
tuntutan penegakan HAM
e) Di bidang ekonomi, antara lain :
f) Mempercepat pertumbuhan
ekonomi
g) Munculnya pasar global,
seperti AFTA dan AFLA
h) Adanya persaingan pasar yang cukup tinggi
Di bidang sosial budaya, antara lain
:
a) Terjadinya perubahan pola kehidupan suatu bangsa
b) Terjadinya pergeseran nilai
sosial budaya dalam kehidupan bangsa
J.
Menentukan Sikap Terhadap Pengaruh Globalisasi Dalam Kehidupan
Bangsa Dan Negara Indonesia
a) Menentukan posisi terhadap implikasi pengaruh globalisasi dalam kehidupan
bangsa dan negara Indonesia
b) Menunjukkan sikap selektif terhadap pengaruh globalisasi
K.
Posisi Sikap Bangsa Indonesia Terhadap Implikasi Globalisas
a)
Menyadari bahwa kita merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat global
b)
Kita tidak bisa menutup diri
dan harus bersikap terbuka terhadap pengaruh global
L.
Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi
a)
Menerima pengaruh global
sepanjang tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia
b)
Mempertahankan nasionalisme Indonesia
c)
Berpegang teguh pada
norma-norma yang berlaku dan senantiasa berusaha menerapkannya dalam kehidupan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengaruh globalisasi disatu sisi
ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia .
Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan
mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang
diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada
akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Radhakrishnan dalam
bukunya Eastern Religion and Western Though (1924) menyatakan “untuk pertama
kalinya dalam sejarah umat manusia, kesadaran akan kesatuan dunia telah
menghentakkan kita, entah suka atau tidak, Timur dan Barat telah menyatu dan
tidak pernah lagi terpisah.
1.
Globalisasi
merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang
kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara
nyata, sehingga sulit untuk disaring atau di kontrol.
2.
Bahwa
proses terjadinya globalisasi dalam aspek sosial terjadi dengan cara melalui
media televise baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melalui
interaksi yang terjadi dimasyarakat
3.
Bahwa
dampak yang ditimbulkan era globalisasi pada aspek sosial yaitu terjadi
perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai
gotong royong menjadi individual, serta sifat ingin selalu instant pada diri
seseorang.
4.
Bahwa
penanggulangan pada dampak era globalisasi pada aspek sosial diantaranya
diadakannya pembangunan kualitas manusia, pemberian lifeskill, memberikan sikap
hidup yang global dan menumbuhkan wawasan, identitas rasional serta menciptakan
pemerintahan yang transparan dan demokratis.
DAFTAR PUSTAKA
Adeney, Bernard T. 1995. Etika Sosial Lintas
Budaya. Yogyakarta: Kanisius. Al-Hadar Smith, “Syariah dan Tradisi Syi’ah
Ternate”, dalam http://alhuda.or.id/rub_budaya.htm, didown load 7/15/04.
Fuad Hassan.
“Pokok-pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia”. Dalam
http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm, didownload
7/15/04.
Koenjaraningrat.
1990. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Kuntowijoyo, Budaya
Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup:Kebudayaan Pop dalam Masyarakat
Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
Sapardi Djoko Damono,
Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy
Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar